Jual Kambing Qurban: Simak Hal yang Harus Diperhatikan Saat Anda Membeli Kambing Kurban

Kurban atau qurban dilaksanakan pada tanggal 10 (hari nahar), 11, 12 dan 13 (hari tasyrik). Salah satu hewan yang diperbolehkan untuk dikurbankan adalah kambing. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda membeli kambing yang akan dikurbankan. Pertama adalah niat. Pastikan terlebih dahulu jika Anda mempunyai niat yang tulus untuk ikut berkurban dan melakukannya bukan karena paksaan atau hal tertentu namun untuk Allah ta’ala.

 

Kedua dalah mencari orang atau tempat yang jual kambing QurbanOrang yang hendak berkurban dengan hewan kambing maka harus di tempat orang yang terpercaya sehingga kambing yang Anda dapatkan sesuai dengan syariat Islam dan tidak memiliki penyakit yang bisa merugikan orang lain yang menerima daging kurban dan kemudian mengkonsumsinya. Namun, pastikan terlebih dahulu Anda tahu berapa harga minimal dan maksimal dari 1 ekor kambing sehingga Anda tidak tertipu saat membeli hewan kurban tersebut.

 

Kedua adalah kambing harus sesuai dengan syariat Islam yang telah ditentukan, yaitu:

 

  • Kambing sudah berusia setahun.
  • Bebas dari aib atau cacat. Kecacatan yang dimaksud adalah buta sebelah yang terlihat tampak atau jelas, sakit yang terlihat jelas, pincang yang terlihat jelas serta sangat kurus sehingga tidak mempunyai sumsum tulang.
  • Hewan tersebut milik orang yang berkurban/diizinkan atau diperbolehkan bagiannya untuk berkurban dengan hewan tersebut.
  • Kambing atau hewan tidak ada hubungan kepemilikan atau hak orang lain misalnya hewan tersebut bukan termasuk hewan gadai.

 

Ketiga adalah dilihat dari kesehatannya. Anda bisa mengecek bagian-bagian berikut:

 

  • Apakah kambing tersebut mempunyai bulu yang mengkilap.
  • Apakah matanya jernih.
  • Memiliki tubuh yang gemuk.
  • Hidung yang tidak berair serta tidak mempunyai air liur berlebihan.
  • Tidak mempunyai penyakit kulit ataupun scabies.
  • Cek suhu tubuh kambing apakah normal atau tidak.
  • Cek apakah di bagian alat kelamin tidak besar sebelah atau selir.
  • Periksa bagian anusnya, apakah ada kotoran atau tidak. Jika pada bagian anus kotor, maka hal tersebut membuktikan jika kambing sedang mengalami diare.
  • Tanyakan ke orang atau tempat yang menjual kambing kurban tersebut apakah mempunyai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk acuan kesehatan yang lebih jelas dari hewan tersebut.

 

Pilih jenis kambing ataupun hewan kurban seperti sapi yang memiliki harga yang mahal. Namun, pastikan juga jika hewan kurban tersebut tidak memiliki kondisi yang dimakruhkan, yaitu:

 

  • Al-adbhaa’: hewan yang tidak memiliki/hilang lebih dari separuh telinga/tanduknya.
  • Al-Muqaabalah: yang putus ujung telinganya.
  • Al-Mudaabirah: putus dari bagian belakang telinga.
  • Asy-Syarqa’: telinga sobek yang disebabkan besi pembuat tanda pada hewan.
  • Al-Kharqaa: sobek telinganya.
  • Al-Bahqaa: sebelah matanya tidak bisa melihat.
  • Al-Batraa: tidak mempunyai ekor.
  • Al-Musyayya’ah: lemah.
  • Al-Mushfarah.
  • Gila.
  • Kehilangan gigi atau ompong.
  • Pantat dan ambing susu putus/sebagian dari keduanya putus.