Format Invoice Penjualan

Invoice merupakan salah satu bukti terjadinya kegiatan jual beli secara resmi. Format invoice pun juga berbeda-beda. Ada invoice atau faktur khusus penjualan dan ada juga format faktur khusus tagihan. Kemudian jenisnya pun juga bisa berbeda misalnya faktur resmi dan tidak resmi. Faktur resmi umumnya bisa dijadikan juga sebagai bukti atau tanda garansi dan bisa dipakai untuk klaim. Sedangkan faktur yang sifatnya tidak resmi tersebut digunakan sebagai bukti saja. Lalu bagaimanakah formatnya yang benar itu?

Hal yang Harus Diperhatikan untuk Format Invoice Penjualan

Berbicara soal invoice penjualan tentunya anda sudah pernah melihatnya bukan? Terutama saat anda melakukan transaksi jual beli online. Disitu pasti dilengkapi pula dengan invoice. Invoice tersebut dipakai untuk tanda bukti dan bisa juga digunakan sebagai garansi. Pada umumnya, faktur yang dijadikan sebagai garansi adalah pada pembelian barang elektronik.

Format Invoice Penjualan
Format Invoice Penjualan

Lalu apa saja yang harus diperhatikan untuk membuat invoice penjualan yang benar itu?

Nama terang (perusahaan/pengirim barang)

Yang harus diperhatikan pertama kali dalam membuat invoice adalah nama. Ya, bagian pertama ini memang harus jelas dan tidak boleh tidak. Nama terang tersebut bisa juga untuk nama perusahaan, nama penjual atau pun nama pengirim. Anda harus menuliskannya secara jelas dan jangan sampai ada kesalahan.

  • Tanggal

    Format invoice yang harus diperhatikan selanjutnya adalah tanggal. Penempatan tanggal tersebut pada umumnya terletak di samping nama perusahaan atau pada kolom bagian kanan. Tanggal tersebut nantinya akan diikuti dengan nomor invoice kemudian juga nama customer. Tetapi saat ini para penjual lebih memilih customer ID daripada menggunakan nama terang khusus pembeli.

  • Keterangan tagihan

    Kemudian hal lainnya yang harus menjadi perhatian adalah tentang keterangan tagihan. Ini dimaksudkan keterangan tagihan untuk siapa dan kepada siapa. Keterangan tagihan tersebut berisikan nama konsumen yang membeli barang kemudian kolom sampingnya merupakan nama si penjual atau nama perusahaan yang akan dibayar.

  • Keterangan sales person

    Apabila anda pernah melihat invoice penjualan barang, pastinya sudah tidak asing lagi dengan format yang satu ini. Keterangan sales person pastinya selalu ada dan kemudian nantinya juga diikuti dengan keterangan tanggal dan lain sebagainya.

  • Keterangan barang

    Pada bagian terakhir dari sebuah invoice penjualan barang adalah keterangan barang. Di sini anda bisa melihat berapa item yang dibeli kemudian deskripsi barang juga disebutkan. Misalnya handphone berwarna putih maka keterangan tersebut juga wajib untuk dicantumkan. Selain deskripsi barang berupa bentuknya, keterangan lainnya yang tak kalah penting dan harus diperhatikan adalah harga barang tersebut.

  • Jangan sampai lupa berapa harga barang itu dan berapa banyak pula item yang dibeli. Lalu merk dari barang tersebut apabila itu adalah barang elektronik. Kemudian kolom terakhir adalah total harganya.

    Berbicara soal invoice penjualan barang memang sangat menarik.

    Mengapa? Karena membuatnya tidak sulit. Apabila anda ingin membuat invoice penjualan anda benar cara penulisannya, maka kelima hal di atas tadi wajib anda perhatikan, anda bisa mencoba sleekr.co/accounting/invoice-kilat/. Jangan sampai ada keterangan yang lupa tidak ditulis, nantinya bisa mempengaruhi jurnal saat pembukuan. Memang format invoice itu berbeda-beda, ada invoice penjualan barang, invoice tagihan, invoice tracker dan lain sebagainya. Kebanyakan formatnya hampir sama namun yang menjadikannya berbeda adalah keterangannya. Apabila anda ingin membuat invoice penjualan barang dengan benar, perhatikan 5 hal di atas tadi dan ulasan tersebut semoga bisa bermanfaat.

    Tips Jualan Pulsa Tanpa Bangkrut untuk Mahasiswa dan Pelajar

    Hanya mengandalkan uang bulanan orang tua tidak akan cukup untuk memenuhi segala kebutuhan dan keinginan mahasiswa atau pelajar. Hal itulah yang membuat mahasiswa dan pelajar mulai mencari-cari usaha paruh waktu atau sampingan agar bisa mendapatkan uang tambahan salah satunya menjadi penjual pulsa. Jualan pulsa dipilih karena selain tidak mengganggu waktu sekolah juga tidak membutuhkan modal yang banyak, keuntungan yang didapatkanpun terbilang lumayan. Namun, walaupun begitu kebanyakan dari pelajar atau mahasiswa yang memulai bisnis ini berakhir dengan bangkrut atau tidak balik modal. Nah, dibawah ini ada beberapa tips agar jualan pulsa kalian tidak bangkrut :

    Pisahkan modal dengan laba
    Dalam sebuah bisnis kita harus memisahkan antara modal awal dengan pendapatan. Hal itu dilakukan agar kita bisa menghitung laba harian yang kita dapatkan dengan jelas. Selain itu, modal merupakan simpanan uang yang akan membuat bisnis kita tetap berjalan, jadi usahakan jangan menyatukan antara modal dengan laba agar tidak terpakai. Apalagi pelajar dan mahasiswa terkadang memakai uang hasil berjualan pulsa dengan seenaknya tanpa memikirkan apakah itu modal atau laba. Kebiasaan inilah yang akan membuat jualan pulsa anda cepat bangkrut.

    Buat catatan
    Dalam sebuah jualan pulsa ada baiknya jika kita menyiapkan sebuah catatan khusus untuk mencatat orang-orang yang membeli pulsa tapi belum membayar. Hal ini untuk mengantisipasi “lupa” sehingga kita bisa tau siapa saja yang membeli dan berapa uang yang masih berada di luar, dengan begitu utang dan laba bisa terlihat dan terhitung dengan jelas.

    Batasi Waktu Pembayaran
    Salah satu penyebab bangkrutnya jualan pulsa adalah karena banyak pembeli yang telat membayar sehingga tidak balik modal. Dan salah satu cara untuk mensiasati hal ini adalah dengan cara membatasi waktu pembayaran utang. Misalnya kita memberikan jangka waktu 3 hari untuk membayar utang pulsa dengan begitu modal tetap tersedia dan bisnispun lancar.

    Diatas merupakan beberapa tips untuk menjaga jualan pulsa kalian tetap berjalan lancar. Semoga beberapa tips diatas bisa menjadi referensi untuk kalian para pelajar dan mahasiswa yang akan atau sedang menjalankan jualan pulsa.